December 2011
5 posts
dialog
Sekarang Mari kita berbicara Bukan dengan kata Namun dengan bibirmu yang menyentuh bibirku Dan dari sana akan kubagi lukaku Dan kuhirup sakitmu Kusesap masa lalumu Yang terjadi sebelum aku Sampai kemudian aku menjadi bagiannya
Lidahmu yang menyapu lidahku Menari dalam semesta yang kita buat Melukis gambar-gambar monokromatik Yang berkilas dengan cepat Yang kita bagi berdua dan menjadi rahasia...
Kota
Debu jalanan
Lampu kota yang angkuh
Peluh
Deru mesin mencengkeram aspal
Makian yang tertelan riuh
Asap kelabu dari knalpot
Memenuhi paru-paru dengan racun
Pria paruh baya yang pusing memikirkan hutang
Gadis muda yang gelisah karena memikirkan tas kulit yang tak terbeli
Seniman jalanan yang masih setengah mabuk
Bernyanyi sengau tapi tak peduli
Pencuri-pencuri dompet yang panen di bis...
Ada 7 draft di dalam dashboard Tumblr saya
Yang berteriak mengingatkan saya
Betapa saya kini takut menjadi diri sendiri
Betapa saya kini takut untuk menggumam apa adanya
Jadi ingat, salah satu teman kampus yang pernah ngomong “Impian gue adalah mati lebih dulu daripada elo-elo semua yang ada di sini!”
Sedikit banyak saya ingin mengatakan sesuatu dengan nada yang sama seperti cara...
SEMPURNA #HOEK
Gini, kalau mau sesuatu yang sempurna, coba kamu balik badan, cari cermin, lalu tanya…
Apa kamu juga sudah sempurna?
Apa kamu juga sudah memberikan sesuatu yang sempurna agar mendapat hasil yang sempurna?
Kalo gue, adanya Sempurna Mild.
Mau?
Apa orang bisa mati hanya karena terlalu banyak berpikir?