Memujamu
Eksistensimu
Adalah pusat tata suryaku
Memastikan aku berada pada pijakku
Menari diiringi iramamu
Di matamu adalah pijar
Yang bersemayam dalam inti planetku
Menjadi nafas. Menjadi sayap.
Menjadikan aku memiliki arti.
Lembut bibirmu adalah malam yang sejuk.
Menghanyutkan hal-hal yang tak penting.
Menenangkan gemuruh yang gahar.
Melelapkan getir dan membuatnya menguap menjadi mimpi indah.
Dan caramu menyebut namaku,
Menjadi kericip burung gereja
Dan embun yang manis
Yang kusesap di pagi hari
Mengajakku kembali menari
Mengukir jejak yang tak akan tua dimakan kala
Menjadi harmoni
Menjadi elegi
Menjadi aku.