Tipsy.

Mencintaimu adalah seperti melewati malam ditemani sebotol bir dingin

Betapa sungguh sepi tanpanya

Ketika kusesap teguk pertama, sensasi pahit memenuhi indera perasa

Lidahku tidak menyukainya

Tapi dengan cara yang aneh membuat dadaku terasa hangat

Dan pada teguk ketiga kita menjadi saling mengerti

Teguk berikutnya semua telah terasa biasa

Pahit yang sama

Kusesap kau sedikit-sedikit

Kuteguk hanya setiap aku haus

Agar tak cepat habis ditelan egoku

Ketika aku mulai menikmati malam

Dan kantuk merayap

Ternyata botolku telah kosong

Kemudian malam menjadi kembali sepi

Suram seperti sedia kala

Dan aku beranjak tidur, menyesali betapa sedikit yang kumiliki

Sekalipun esok aku akan kembali membuka sebotol bir dingin

Tapi malam tetap kembali menjadi sepi setelah tegukan terakhir

Seperti aku adalah sepi

Dan tanpamu aku hanyalah sepi