29072011

Beberapa menit setelah hari berganti menjadi tggl 29, panggilan telepon masuk. Ucapan ulang tahun yang disuarakan dengan nada kesal terdengar dari seberang. Kesal karena semalam itu gue masih di Sarinah. Makan McD dengan segerombolan orang yg gak ngerti kalau malam itu adalah malam pergantian tahun buat gue.

Pukul 6 pagi, nyokap bangunin. Kirain mau ngucapin selamat ulang tahun, ternyata cm bilang “Semalam katanya beli rokok buat Mama?”

Nyawa belum ngumpul, setengah merem gue ngubek2 tas, nyari barang yg diminta. Abis itu gue tidur lagi.

Sampe gue dijemput sama bapak tukang ojek langganan ke kantor, nyokap masih ga sadar bahwa hari itu adalah hari dimana nyokap mengalami kontraksi 11 jam sekian tahun yg lalu.

Di kantor, hanya yg paling deket sama gue yg memberi selamat. Sementara gue sibuk memalangkan telunjuk di bibir. Memohon berita ini dirahasiakan dr orang kantor.

Memang facebook itu maha dahsyat. Tahun lalu, lebih dr 200 ucapan masuk di wall FB. Belum termasuk sms, telpon, dan twitter. Semua krn notifikasi ulang tahun di FB. Beruntung gue udah ganti tanggal ultah gue jadi 1 januari. Ha!

Hari itu, notif FB sepi, twitter sepi. Hanya sms dan telpon dari orang2 terdekat yang memang nggak pernah melupakan hari spesial gue. Bahkan mantan patjar sekian tahun yg lalu pun menyempatkan diri sms, setelah sebelumnya kecepetan sehari.

Siangnya, nyokap nelpon. Ketawa2 sambil minta maaf sudah lupa ngucapin ulang tahun. Nggak lupa beliau menyelipkan doa-doa yg manis di antara derai tawanya.

Sorenya, tiba2 pak bos menerobos masuk ke ruangan. Memaki-maki gue, kerjaan gue gak bereslah, apalah. Gue melototin monitor, mencari dimana kesalahan dr desain yg gue buat. Tiba2 ruangan kantor dipenuhi nyanyian happy birthday. Dan saat gue menoleh, sepetak besar black forest yg penuh dihiasi lilin kecil cantik, menyapa gue dengan ceria.

Gue cuma bisa menangis terharu.

Baru selesai satu kejutan, tak lama beberapa telur dan setengah kilo tepung ditumpahkan ke atas kepala gue. Alhasil gue terpaksa mandi di garasi kantor. Memakai produk buatan klien untuk membersihkan rambut sambil disiram menggunakan selang oleh pegawai kantor.

Kemudian, malam yang sempurna ditutup dengan makan malam sederhana dan canda tawa. Walau nggak semua orang bisa ikut bergabung, tp cukuplah ada orang tua angkat gue. Emak, mantan head of designer. Dan Bapak, sang senior designer.

Dan ada kamu juga :)

Di rumah nyokap menyambut dengan senyum ketika melihat gue membawa berkantong2 makanan,”Ini buat Oma, ini buat Tante Linda, ini buat Tante Lily…”, beliau langsung sibuk membagi-bagi jatah reman.

Hari ini salah satu hari yang cukup sempurna buat gue. Sama sekali gak terpikir bakal jadi seperti ini. Gue bahkan masih tersenyum sendiri.

Sebelum meniup lilin, ketika gue menutup mata mencari2 kata untuk berdoa, gue hanya bisa menampilkan gambar2 gue sebagai sosok yang sukses, orang tua gue yang bisa hidup enak bahagia, dan wajahmu.

Terlalu banyak doa untuk orang2 yang gue sayang. Tapi gue yakin Tuhan bisa membaca makna dari gambar2 di kepala gue sebagai wujud sebuah doa.

Kalian, terimakasih :)